Laporan Pasar Juni : Industri Daging Sapi Asia Tenggara

This is our first attempt at a translation, and despite our best efforts there may still be some statements or terms that are unclear or confusing.  If you have any questions, clarifications or suggestions, to improve the translation, we are happy to receive them, simply select the ’email’ option at the end of the article.

Edisi ke-43: Juni 2017

Poin-poin utama 

  • Bulan Ramadan berlalu, harga sapi hidup di Indonesia tetap stabil 
  • Konsumen resistan, sejumlah rumah potong hewan di Vietnam terpaksa tutup 
  • Kenaikan harga di Shanghai meski kekeringan terus melanda wilayah utara 

 

Indonesia:  Harga sapi potong steer (sapi jantan muda yang dikebiri) AUD$3,95/kg bobot hidup (kurs Rp 10.125 = $1AUD) 

Sistem politik di Indonesia terbilang sangat sukses dalam menjaga agar harga harga sapi potong hidup tetap rendah selama masa Ramadan dan hari raya Lebaran tahun ini.  Untuk pertama kalinya, dalam kurun waktu 17 tahun dalam sejarah penggemukkan sapi Australia di Indonesia, harga sapi potong hidup tetap stabil selama periode singkat, padahal saat itu permintaan daging sapi adalah yang tertinggi sepanjang tahun.  Pencapaian mengesankan ini terwujud berkat kombinasi dari dua jurus pendekatan, yakni kompetisi ketat daging kerbau India dengan harga miring yang disertai ancaman sanksi serius terhadap importir jika ternyata ditemukan bahwa harga sapi potong meningkat, dan didukung oleh seringnya kunjungan pemantauan harga ke peternakan dan rumah pemotongan hewan oleh polisi setempat.  Harga sapi tetap konsisten di kisaran Rp40.000 per kilogram bobot hidup selama sebulan penuh.  Satu-satunya kabar baik bagi para pengusaha penggemukan sapi adalah bahwa mereka akhirnya bisa menjual lebih banyak sapi selama bulan puasa dan hari raya, dan secara efektif menyingkirkan sapi-sapi yang gemuk dan mahal, yang artinya membuka jalan untuk stok sapi baru dalam mata-rantai pasokan.  Sebagai bonus tambahan, ternak sapi yang baru ini dibeli dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan sapi yang sudah terjual selama bulan Ramadan.

Sayangnya, bagi konsumen Indonesia, harga eceran daging sapi segar menunjukkan sedikit lonjakan untuk jenis daging kelapa (knuckle) di pasar tradisional, dengan kenaikan dari harga biasa Rp130.000 menjadi  Rp140.000, sementara di pasar swalayan terjadi kenaikan dari harga yang biasanya Rp150.000 naik hingga mendekati Rp 200.000 per kilogram.  Kendati dilaporkan bahwa ada sejumlah kecil pasar tradisional di kawasan utara dan timur Jakarta yang menjual seharga Rp150.000 per kilogram, namun tidak banyak.  Fakta sederhananya adalah, penentuan harga sapi potong mengabaikan fakta bahwa harga eceran ditetapkan melalui beberapa tahapan dalam mata-rantai pasokan, mulai dari rumah potong hewan, di mana ada ribuan pedagang kecil di pasar tradisional yang menyebar di berbagai penjuru, dan mereka berada di luar kendali polisi maupun segala bentuk peraturan yang berlaku.  Mendapatkan informasi tentang harga daging sapi India jauh lebih sulit, namun saya berhasil memperoleh  informasi bahwa harganya meningkat dari biasanya Rp 80.000 menjadi sekitar Rp 100.000 per kilogram.  Jadi kenaikannya tidak begitu besar dan masih menawarkan harga yang lebih murah dibandingkan produk daging segar.

Yang belum jelas dipahami dari situasi ini adalah bahwa para peternak kecillah yang sesungguhnya menjadi pecundang dalam proses ini, dan dalam jangka panjang, populasi sapi nasional yang akan dirugikan.  Kelak, sewaktu para peternak kecil ini meninjau kembali usaha mereka dan tempat bagi sapi bibit mereka dalam bisnis ini, saya menduga banyak dari mereka akan tiba pada kesimpulan bahwa hasil yang diperoleh dari memelihara dua ekor sapi di belakang rumah mereka tidak lagi sepadan dengan kerja keras sepanjang tahun memotong rumput setiap hari untuk ternak, belum lagi risiko jika sapinya mati atau gagal beranak.  Menurunnya permintaan atas sapi potong hidup, sampai kisaran 50%, dengan peluang kecil untuk pemulihan yang berarti, pasti akan membuat semakin banyak peternak yang menjual setidaknya beberapa ekor sapi mereka.  Ini jelas akan berkontribusi pada penyusutan populasi sapi secara nasional.  Berkurangnya pasokan sapi bibit dalam negeri ini akan diimbangi melalui pengurangan impor dari Australia karena para pengusaha sapi bakalan akan mengurangi pengiriman sapi dari luar.  Pada waktunya, semua kekuatan yang saling bersaing ini akan bergabung dan mengirimkan sinyal harga kepada peternak untuk membuat keputusan, apakah mereka sebaiknya menjual atau menahan sapi mereka, dan seberapa banyak importir  perlu mengurangi aplikasi izin impor mereka.  Berdasarkan pengalaman saya, kekuatan dasar dari penawaran dan permintaan tidak boleh diabaikan, sehingga jumlah sapi bakalan dan sapi bibit pasti merosot.  Satu-satunya hal yang tidak dapat diprediksi di sini adalah seberapa besar kemerosotan ini akan terjadi.  Kecil kemungkinan bahwa tawaran semen (mani) sapi secara gratis dari pemerintah akan berdampak signifikan terhadap proses pengambilan keputusan ini.

Satu hal yang secara pribadi dapat saya pastikan adalah, belum pernah saya melihat seorang petani menggunakan hewan untuk membajak sawah dalam jangka waktu yang sangat lama. Di banyak daerah pedesaan di Asia, pekerjaan ini sudah diambil alih oleh traktor tangan, yang menjadi alasan kuat bagi petani yang sibuk untuk mempertimbangkan apakah mereka perlu memelihara sapi.

Sejumlah eksportir mengungkapkan bahwa mereka tidak mendapatkan pesanan sapi bakalan untuk Indonesia selama bulan Juli.  Ini pastilah yang pertama kali terjadi, sebab bulan Juli biasanya adalah saat di mana harga sapi bakalan paling rendah untuk sapi dari Australia bagian utara, kecuali untuk tahun ini di mana harga bertahan tetap tinggi.  Penyebabnya adalah berkurangnya ketersediaan stok karena produsen sapi di Australia utara sedang membangun kembali populasi ternak sapi mereka setelah kekeringan panjang yang dikombinasikan dengan menguatnya harga daging sapi di pasar internasional, sehingga memungkinkan pengusaha penggemukkan dan pengolahan sapi di sektor selatan bersaing ketat dengan di sektor utara Australia.  Beef Central melaporkan pada tanggal 7 Juli bahwa Biro Statistik Australia baru saja mengeluarkan opini bahwa populasi sapi pedaging nasional sebenarnya telah turun ke tingkat yang jauh lebih rendah daripada yang diperkirakan sebelumnya oleh sumber lain di angka 22,3 juta pada pertengahan 2016.  Angka yang sangat rendah ini akan membantu menjelaskan mengapa tren harga bertentangan dengan tren musiman normal di Australia, terlepas dari rendahnya permintaan ekspor sapi hidup dari Asia Tenggara.

Saya berharap, desas-desus tentang pengiriman sapi bakalan hidup dari Meksiko hanyalah sekadar rumor.  Kemungkinannya terus mengecil setiap hari.  Kurs Peso Meksiko menguat terhadap US Dolar, dari 21 menjadi 18 selama 6 bulan terakhir, sementara harga sapi bakalan Meksiko merambat naik akibat tingginya permintaan ekspor sapi hidup ke pasar sapi bakalan di Amerika Serikat.  Pada minggu terakhir Juni, harga sapi bakalan Meksiko berbobot 330 kg sekitar USD $2,30+ atau AUD$ 3,06+ per kg.  Setelah dibulatkan, harganya bertambah sekitar $1 AUD untuk biaya pengiriman sapi bakalan dari peternakan di Australia ke Asia Tenggara, melalui perjalan laut yang ditempuh dalam waktu sekitar 5 hari.  Kalau begitu, berapa kira-kira biaya pengiriman ternak ini melalui Samudera Pasifik – atau lebih dari 20 hari tergantung pada kapalnya?  Saya tidak tahu pasti.  Namun, dapat disimpulkan bahwa biaya yang mungkin untuk pengapalan sapi Meksiko ke Indonesia (atau Vietnam) tidak layak, sebab biaya tambahan untuk pengapalan dan pengeluaran-pengeluaran ekspor lainnya terlalu besar untuk memenuhi harga jual yang ada sekarang.

 

Larangan pemotongan sapi dan kerbau India 

Persoalan ini terus memanas, seiring dengan berita terbaru terkait larangan Negara Bagian Kerala di India, yang dengan lantang menegaskan bahwa sanksi akan terus diberikan terhadap penjagalan sapi dan kerbau secara legal, terlepas dari upaya larangan tersebut secara nasional.  Sisi fanatis keyakinan Hindu telah meningkatkan ketegangan di sana dengan membentuk gerakan masa yang membunuh siapa pun yang mereka duga terlibat dalam pembantaian dan konsumsi daging sapi.  Akhir cerita ini sulit ditebak, tetapi saya bertaruh bahwa pemotongan yang sah terhadap kerbau perah yang jumlahnya sudah melimpah ruah serta industri hilir pengekspor kerbau pedaging akan terus berlanjut, yang pada akhirnya akan menciptakan pemasukan devisa asing yang sangat besar bagi perekonomian India.

Dengan banyaknya daging kerbau pedaging India yang dijual di toko-toko daging beku di Indonesia, ketersediaan produk beku murah tidak terganggu hingga akhir 2017, tanpa perlu mengimpor lebih lanjut.

 

Vietnam:  Sapi Potong Steer, AUD $3.94/kg (kurs VND17,250 untuk $1AUD)

Sepertinya pasar Vietnam akhirnya terbentur hambatan besar karena sejumlah besar konsumen menolak merogoh kocek lebih dalam untuk membeli daging sapi segar.  Anjloknya permintaan ini paling banyak ditemui di bagian selatan, di mana sejumlah rumah potong hewan yang besar terpaksa menutup usaha mereka daripada merugi.  Meskipun para importir di sana berupaya mati-matian mengurangi biaya, mereka tetap tidak beruntung. Sebab membeli sapi betina afkiran dari Australia pun menjadi alternatif yang mahal karena di Australia sendiri secara umum sedang kekurangan stok hewan pedaging.  Alternatif lokal yaitu sapi Thailand juga tidak masuk hitungan karena harganya bahkan jauh lebih tinggi daripada sapi impor dari Australia.

Harga sapi di kawasan utara Vietnam berkisar dari harga tertinggi D76.000 untuk sapi jantan yang kurus, sampai D71-73.000 untuk sapi steer hasil tinggi.  Harga sapi jantan di wilayah selatan berkisar sekitar D70 sampai 71.000 sementara steer berkualitas baik akan menghasilkan 68.000 sampai 69.000 Dong per kg bobot hidup.  Sapi-sapi yang gemuk betul-betul turun harganya.  Pengurangan impor sapi dari Australia belakangan ini belum mampu mendongkrak harga, apalagi rumah pemotongan hewan masih berhenti beroperasi hingga kondisi perdagangan menjadi lebih menguntungkan.  Peluang untuk kondisi ini kembali pulih dalam waktu dekat, tampaknya tipis, kecuali jika kurs dolar Australia atau Baht Thailand menurun secara dramatis, yang akan menjadi satu-satunya solusi yang  “mudah”.

 

Thailand:  Sapi potong Steer AUD $3.89 / kg (kurs Baht 25.7 = $1AUD)

Harga sapi di Thailand tetap stabil dan sedikit lebih baik yaitu 98 Baht untuk sejumlah kecil sapi jantan kurus yang cocok untuk Vietnam, namun kondisi perdagangan terus menurun sebab biaya ekpor masih terlalu tinggi untuk dapat menarik para importir.  Memang, permintaan dalam negeri cukup tinggi, namun dengan harga sekitar 92 Baht per kg bobot hidup tidak cukup menarik bagi produsen untuk berinvestasi dalam bisnis daging sapi.

Pada akhir Juni lalu, Pemerintah Thailand dan Australia menyelenggarakan kegiatan pameran sapi pedaging di Khon Kaen, dengan tujuan mendorong peternak lokal untuk beralih ke peternakan sapi bibit dan membantu mengembangkan populasi sapi dalam negeri.  Kecuali jika ada sejumlah perubahan dramatis baik dalam penawaran maupun permintaan, saat ini hanya sedikit daya tarik bagi petani Thailand untuk beralih usaha ke produksi sapi potong.  China saat ini menjadi pasar terbaik mereka.  Jadi mungkin, jika terjadi kekeringan di Mongolia, tingkat pengiriman sapi Thailand ke perbatasan utara wilayah abu-abu (grey route) akan menjadi perangsang bagi dimulainya upaya pemulihan populasi sapi secara serius.

 

Malaysia:  Sapi potong Steer AUD $3.63 per/kg (kurs RM3.25 setara dengan $1 AUD)

Semua jenis pangan mengalami sedikit kenaikan harga di Malaysia selama masa Ramadan dan Lebaran, namun dengan cepat pulih ke harga normal kecuali untuk harga kerbau India.  Ada sesuatu yang menarik dengan harga kerbau India, tetapi saya belum juga menemukan apa penyebabnya. Adakah pembaca yang bisa menjelaskan alasan harga yang terus naik, seperti pada tabel di bawah ini?

Kelemahan umum kurs Ringgit Malaysia terhadap Rupee India tidak masuk hitungan untuk masa 10 bulan tersebut, dengan kenaikan harga 23,5% yang disajikan pada tabel di bawah ini.

 

Filipina:  Sapi potong AUD $2.92/kg (kurs Peso 37,7 = AUD$1)

Harga sapi hidup di Filipina tidak mengalami perubahan yang signifikan, namun dalam konteks umum, ada banyak hal yang dapat dilaporkan.  Berikut ini adalah komentar dari agen saya di Filipina.  Saya pikir, ungkapan dengan kata-katanya sendiri akan lebih bermakna:

“Bulan ini sungguh menyenangkan.  DARURAT MILITER.  Untuk bulan kedua, coba tebak, bisnis lancar.  Pasar DIPENUHI PENAWARAN.  Bahkan harga barang sedikit lebih murah.  Jadi, bagi konsumen, semuanya lebih terjangkau, semuanya BERTENTANGAN DENGAN KEMUSTAHILAN. Sekarang kami sudah memasuki satu tahun pemerintah yang baru.  Kami sudah mulai berhasil.  Bisnis bagus.  Filipina mencatat pertumbuhan ekonomi hampir 7%.  Ini sedikit saja di bawah capaian China.  Lebih baik daripada negara-negara sekitar kami.  Dan meskipun kemiskinan masih ada di kalangan masyarakat kelas bawah, masyarakat kelas menengah tumbuh lebih SUBUR… dalam hal memimpin negara, tidak ada yang dapat menyamai Rodrigo Duterte.  Sekitar 7000 sampai 9000 orang terbunuh dalam “perang melawan narkoba” dan Duterte memperoleh tingkat dukungan 75%.  Tiada seorang pun di negara Barat yang pernah mencapai skala itu, meski hanya untuk beberapa detik.  Peringkatnya bahkan menguat setelah penerapan Darurat Militer.  Akhir pekan lalu adalah akhir bulan Ramadan. Ia mengizinkan “gencatan senjata” selama 8 jam bagi kaum Muslim yang bertempur di Marawi untuk berdoa.  Datang pesan bahwa para pemberontak Muslim ingin melakukan ‘’perundingan damai’’.   Duterte menjawab bahwa ‘kedamaian akan hadir setelah saya menghabisi kalian semua’, dan tembak-menembak pun kembali terjadi.  Ketika para pemimpin Muslim meminta untuk tidak mengancurkan masjid-masjid, ia menjawab, jika para pemberontak bersembunyi di sana, kami akan meratakan semua masjid dan jika kedamaian telah dipulihkan, kami akan membangun masjid-masjid yang baru.  Ini akan menciptakan lapangan pekerjaan.

 

China:  Sapi potong AUD $4.17/kg  (kurs RMB 5,16 = AUD$1)

Harga di Beijing sedikit menurun sementara di Shanghai harga pulih dengan cepat selama 5 bulan berturut-turut, dengan harga sekarang dilaporkan Y22 untuk sapi potong.  Dua agen saya di China mengkonfirmasi bahwa kekeringan di bagian utara terus berlanjut meski terjadi curah hujan terbatas di beberapa daerah.  Foto di bawah ini saya terima minggu lalu dari bagian dalam Mongolia, yang menunjukkan kawasan yang mulai pulih dari kekeringan. 

 

Laos

Industri daging sapi Laos cukup kecil dan banyak daging sapi (juga daging ayam dan daging babi) diimpor dari Thailand.  Kios di pasar tradisional di Laos, seperti tampak dalam foto di bawah ini, menjual daging sapi Thailand dari CP seharga 50.000 Kip per kg sementara produk daging segar lokal dijual seharga 70.000 Kip.  Ini setara dengan sekitar AUD$11 per kg untuk daging sapi segar lokal dan AUD$7,87 untuk daging sapi beku Thailand.

Produk dalam kemasan plastik adalah daging sapi beku dari CP di Thailand.

Jeroan adalah hidangan istimewa di Laos. Hampir setiap penjual daging sapi di pasar tradisional di sana menjual setidaknya satu uterus sapi bunting yang dikonsumsi sebagai lauk tradisional. Dua botol berisi cairan kecoklatan di atas adalah cairan saluran pencernaan (gastro-intestinal) yang juga digunakan untuk membuat kaldu

 

Madagaskar: Sapi potong AUD93 sen per kg bobot hidup 

Sahabat saya, George Black baru-baru ini mengunjungi Madagaskar bagian selatan, tempat ia mengambil foto di bawah ini.  Sapi hidup dijual seharga AUD93 sen per kg untuk steer yang sudah tua, sementara sapi pedaging afkir dijual seharga AUD 76 sen per kg bobot hidup.  Daging yang diproduksi dijual di pasar tradisional seharga AUD $3,80 per kg.

Pasar tradisional daging sapi zebu di utara Madagaskar.

Sapi steer pekerja yang sudah tua dihargai kurang dari AUD$1 per kg bobot hidup.

Sapi bibit afkiran dihargai di bawah @ AUD 76 sen per kg bobot hidup.

 

Angka-angka pada tabel ini dikonversi ke AUD$ dari kurs masing-masing negara yang berubah setiap harinya, sehingga harga aktualnya sedikit berbeda oleh fluktuasi nilai tukar mata uang asing yang terus berubah. Harga dalam AUD$ yang disajikan di bawah ini hendaknya dilihat sebagai sebuah tren, bukannya harga persis masing-masingnya. Bila memungkinkan, daging potong yang digunakan untuk penentuan harga di pasar tradisional dan di supermarket adalah bagian knuckle/round  atau yang biasa disebut daging kelapa.

 

2 thoughts on “Laporan Pasar Juni : Industri Daging Sapi Asia Tenggara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s