Maret Laporan Pasar: Industri Daging Sapi Asia Tenggara

Edisi ke-52: Maret 2018

Poin-Poin Utama 

  • Permintaan untuk Ramadan dan harga sapi bakalan yang lebih rendah memberikan secercah harapan bagi para importir Indonesia
  • Importir Vietnam akhirnya mampu menaikkan harga di saat persediaan lokal menurun

 

Indonesia: Sapi Potong Steer, AUD $3,55/kg bobot hidup (Rp10.700=AUD $1)

Harga terendah yang dilaporkan masih stabil di Rp37.000 per kg bobot hidup, sementara harga tertinggi kini turun sekitar Rp1.000. Karena sebagian besar penjualan masih dilakukan di harga sekitar Rp38.000 per kg, saya akan tetap menggunakan angka ini untuk harga indikator di bulan Maret. Singkatnya, ini masih merupakan pasar pembeli dengan sedikit harapan untuk pergerakan harga sampai awal Ramadan pada 15 Mei nanti. Pasar akan mencapai titik terkuat tahun ini pada minggu terakhir Ramadan, mulai 7 sampai 14 Juni pada puncak permintaan untuk hari libur keagamaan. Karena sapi bakalan membutuhkan setidaknya 100 hari sebelum siap dijual, semua sapi yang direncanakan akan dijual pada bulan Ramadan sudah terlebih dahulu diimpor. Bulan setelah Ramadan dan Lebaran selalu menjadi periode di mana permintaan melemah sehingga para importir akan berhati-hati dalam mengimpor sapi untuk beberapa bulan ke depannya. Banyak feedlot masih menyimpan sapi-sapi yang terlampau gemuk yang hanya dapat dijual dengan diskon besar atau dengan penawaran kredit, atau keduanya. Hal ini mendorong sejumlah pengecer untuk memberikan diskon demi mendorong laju penjualan. Foto di bawah ini diambil di sebuah supermarket di Jakarta, yang menjual daging kelapa (knuckle) dengan harga diskon pada bulan Maret lalu.

Foto: Daging kelapa (knuckle) dari sapi Australia di sebuah supermarket di Jakarta, dijual dengan harga diskon dari AUD $15,29 menjadi $14,59 per kg.

Satu-satunya kabar baik terkini bagi para importir adalah turunnya harga sapi bakalan di Australia bagian utara semenjak akhir Maret yang diperkirakan akan terus berlanjut hingga April dan setelahnya. Menurut saya, banyak faktor yang mendorong melemahnya harga tersebut, mulai dari kebakaran hebat yang menghancurkan rumah potong besar Thomas Foods di Australia Selatan hingga musim kemarau di Australia Selatan, serta lemahnya permintaan yang masih terus berlanjut dari para importir sapi hidup. Setelah bertahan di sekitar AUD $3,20 selama musim hujan, harga sapi bakalan di bagian utara tiba-tiba turun di bawah AUD $3 menjadi sekitar AUD $2,95 dalam laporan terakhir. Para pengamat pasar yang berpengalaman memandang bahwa jika musim kemarau berlanjut selama 6 minggu ke depan di kawasan tenggara Australia, maka angka itu mungkin akan menurun lebih jauh  lagi. Jika harga di Australia utara turun hingga AUD $2,80, maka Indonesia (dan Vietnam) mungkin akan menemukan alasan untuk menaikkan tingkat pembelian di atas level saat ini. Mengingat besarnya volume daging kerbau India yang akan tersedia, kita masih perlu menunggu untuk melihat berapa banyak daging sapi segar yang dapat dipasok ke pasar Indonesia, terlepas dari rendahnya harga jual. Jika penjualan di bulan Ramadan berjalan baik dan harga sapi bakalan di utara tetap lemah, maka importir mungkin akan mulai mengimpor dalam skala besar, segera setelah Lebaran.

Pemerintah Indonesia sedang dalam proses merilis 6 tender untuk pembelian total 15.000 ekor sapi dara bibit dari Australia utara. Sapi-sapi ini akan didistribusikan kepada para petani kecil di seluruh nusantara, dari Aceh hingga Papua Barat. Produsen akan dapat melihat hasil dari tender yang pertama dari keenam tender tersebut menghasilkan permintaan pembelian di kawasan Australia utara pada bulan Juni atau Juli dengan permintaan yang akan berlanjut hingga akhir tahun.

Media Australia baru-baru ini melaporkan penjualan PT Elders Indonesia, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Elders Limited di Australia kepada sekelompok investor termasuk mitra Indonesia dan Australia. Penjualan tersebut termasuk feedlot dan rumah potong hewan, tetapi tidak termasuk bisnis perdagangan daging Elders yang akan terus dijalankan oleh Jason Hatchett di bawah bendera PT Elders Indonesia. Saya sangat senang mendengar ini karena saya adalah pelanggan tetap dari produk daging Elders Indonesia, baik dalam bentuk daging sapi segar dan domba dari toko daging beku mereka, maupun daging sapi Elders yang dipasarkan di sejumlah restoran di Bali.  Baru-baru ini saya mengunjungi restoran steak favorit saya di Bali, “The Butchers Club” di Seminyak, yang dikelola oleh Gareth Moore. Pada kesempatan itu, George Black dan saya memutuskan untuk mencoba 400 gram dry aged rump dari Killara Black Angus, dan rasanya spektakuler. Saya bahkan berani mengatakan bahwa rasanya sama lezat atau bahkan lebih lezat daripada rib eye Killara yang luar biasa, karena memang sungguh lezat dengan rasa lengas dan empuk yang teramat istimewa.

Foto: 400 gram dry aged Killara rump disajikan dengan kentang dan salad. Sempurna.

Foto: daging rump dalam menu Butcher Club memang layak dengan harga AUD $32,50.

 

Vietnam:  Sapi potong steer, AUD $3,84/kg (VND17,700 = AUD $1)

Untuk pertama kalinya setelah agak lama, saya melaporkan peningkatan harga sapi potong di seluruh kawasan Vietnam utara dan selatan. Peningkatannya hanya sebesar 1.000 Dong per kg, tetapi menjadi tonggak penting karena sudah hampir 2 tahun ini para importir sapi hidup, tidak mampu menaikkan harga jual ke tukang daging sehingga terjadi penurunan jumlah stok yang diimpor dari Australia. Harga indikator yang baru adalah D68.000 per kg bobot hidup untuk sapi steer gemuk di Ho Chi Minh City, sapi jantan mencapai hingga D73.000 dan sapi dara dapat mencapai harga hingga D65.000. Harga di kawasan utara umumnya lebih tinggi D1.000 per kg dibandingkan di kawasan selatan, untuk semua kelas kecuali untuk sapi dara gemuk yang harganya sama yaitu D65.000.

Agen saya mengatakan bahwa kenaikan ini merupakan akibat penurunan pasokan-pasokan alternatif terutama dari Thailand, di mana berkurangnya arus pasokan dari Myanmar serta pembatasan ketat dalam penggunaan Beta-Agonis di Thailand telah secara signifikan mengurangi jumlah ternak yang tersedia untuk diekspor ke Vietnam. Pada saat yang sama, pasokan domestik juga rendah, seiring dengan berkurangnya pasokan dari Kamboja dan Laos.

Saya juga diberitahu bahwa HAGL, salah satu pemain terbesar dalam bisnis penggemukan sapi di Vietnam dengan kapasitas sekali panen lebih dari 80.000 ekor, telah menghentikan bisnisnya dan sedang dalam tahap akhir likuidasi kawanan sapi bibit yang tersisa. Penutupan terakhir dari perusahaan yang pernah mendominasi industri Vietnam ini dapat membantu membawa stabilitas yang lebih besar bagi industri lain yang masih bertahan.

 

Thailand: Sapi potong steer, AUD $3,91 / kg (Baht 24,3 = AUD $1)

Harga sedikit menurun karena melemahnya permintaan ekspor. Harga indikator untuk sapi potong steer sekarang adalah Baht 95 per kg bobot hidup dengan pergerakan berikutnya cenderung terus menurun.

Tiga penggerak utama pasar adalah permintaan lokal, impor dari Myanmar, dan ekspor ke Vietnam. Sementara permintaan lokal tampaknya stabil, impor dan ekspor sama-sama menurun.

Foto: Thailand memiliki industri daging yang sangat besar dimana steak Waygu ini mewakili puncak pasar daging sapi.

 

Malaysia: Sapi potong steer, AUD $4,10 per / kg (RM3,0 = AUD $1)

Kenaikan harga yang jelas terlihat ini, sekali lagi murni karena Ringgit yang secara mengejutkan terus menguat. Mengingat begitu kecilnya industri sapi hidup dan daging sapi di Malaysia, saya sedang serius mempertimbangkan untuk menghentikan laporan saya untuk pasar Malaysia. Ada komentar?

 

Filipna:  Sapi potong AUD $3,34 / kg (Peso 40,4 = AUD $1)

Harga-harga tetap stabil untuk bulan Maret terlepas dari rendahnya konsumsi daging pada perayaan Paskah oleh kaum Kristiani di Filipina.

 

China:  Sapi potong AUD $5,10 / kg  (RMB 4,90 = AUD $1)

Harga sapi potong tetap kokoh, baik di Beijing maupun di Shanghai, dengan harga di kedua lokasi dilaporkan Y24-26 sehingga saya mempertahankan Y25 per kg bobot hidup sebagai harga indikator untuk sapi potong di bulan Maret.

Sekali lagi, aspek penting dari pasar ini adalah laporan tentang tetap tingginya tingkat permintaan dari sejumlah besar investor Cina yang ingin memulai bisnis baru yang terkait dengan impor daging sapi atau sapi hidup. Kabar ini semakin kencang berhembus. Pencarian atas pasokan yang baru, dimulai dari tetangga dekatnya seperti di Myanmar dan Laos, kemudian berlanjut ke sumber yang jauh termasuk di antaranya dari Australia, Amerika Selatan dan Afrika.

 

Laos

Laos memiliki lokasi yang bagus untuk memasok ke Cina tetapi jumlah ternak domestiknya sangat kecil sehingga perlu dimulai dengan membangun kembali kualitas dan kuantitas kawanan ternak nasional. Dua artikel di bawah ini yang dipublikasikan di Vientiane Times pada bulan Maret menunjukkan bahwa pemerintah Laos mengakui adanya kebutuhan tersebut dan sedang berusaha mendorong agar pemulihan populasi sapi nasional segera dilakukan. Artikel-artikel ini disediakan oleh Mike Boddington dari Jungle House di Vientiane.

 

Terjemahan berita pada foto:

Jumat, 16 Maret 2018  –  Vientiane Times 

Perusahaan-perusahaan Laos membidik kemitraan dengan Australia

Pelaku bisnis Laos sedang membidik peluang untuk bermitra dengan rekan Australia, untuk menghasilkan produk-produk pertanian bagi pasar China, demikian pernyataan wakil dari kelompok bisnis Lao.“Australia memiliki tingkat keahlian yang tinggi dalam agribisnis. Jika ada orang-orang Australia yang menjadi mitra bisnis kita,maka  kita dapat menghasilkan produk untuk dipasarkan ke China,” ujar Wakil Presdir Kamar Dagang dan Industri Nasional Lao, Daovone Phachanthavong pada Rabu. Beliau berbicara dengan Vientiane Times setelah pertemuan dengan para pebisnis Lao yang dijadwalkan akan menghadiri sesi pertemuan bisnis Laos-Australia di Sydney akhir pekan ini. Pertemuan akan diselenggarakan di sela-sela pertemuan pertemuan puncak ASEAN – Australia, yang akan dihadiri oleh Perdana Menteri Thongloun Sisoulith. Daovone mengatakan bahwa pertemuan bisnis tersebut akan menciptakan berbagai peluang  bagi sektor swasta dari kedua negara untuk membahas kerja sama bisnis, khususnya dalam bidang peternakan dan pertanian. Menurutnya, Laos memiliki banyak lahan pertanian tetapi kekurangan tenaga ahli dalam bidang agribisnis, sehingga pelaku bisnis ingin mendorong mitra Australia mereka yang memiliki keahlian dan pengetahuan yang tepat untuk mendirikan usaha bersama di Laos. Salah satu bidang yang potensial untuk kerja sama bisnis antara Laos dan Australia  adalah pemeliharaan sapi untuk dipasarkan di China. Menurutnya, hal ini akan memungkinkan Laos menerapkan keahlian Australia di bidang tersebut. 

Etiopia

Foto dari George Black: George bersama sejumlah domba-ekor-gemuk di Etiopia. Domba-domba ini dipotong di dalam negeri dan juga diekspor hidup (melalui Djibouti) ke Arab Saudi dan para pelanggan lain di Teluk Persia.

Foto oleh George Black: Sapi pekerja yang sudah diafkir sedang dibawa untuk disembelih.

Foto oleh George Black: Etiopia memiliki sekitar 50 juta ekor sapi yang sebagian besar digunakan sebagai sapi pekerja. Setelah masa kerja mereka selesai, sapi-sapi ini dikirim untuk disembelih dimana sebagian kecilnya juga diekspor langsung ke Arab Saudi dan Teluk Persia.

 

Angka-angka pada tabel ini dikonversi ke AUD$ dari kurs masing-masing negara yang berubah setiap harinya, sehingga harga aktualnya sedikit berbeda oleh fluktuasi nilai tukar mata uang asing yang terus berubah. Harga dalam AUD$ yang disajikan di bawah ini hendaknya dilihat sebagai sebuah tren, bukannya harga persis masing-masingnya. Bila memungkinkan, daging potong yang digunakan untuk penentuan harga di pasar tradisional dan di supermarket adalah bagian knuckle/round  atau yang biasa disebut daging kelapa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s