November Laporan Pasar: Industri Daging Sapi Asia Tenggara

Edisi ke-60: November 2018

 

Poin-Poin Utama

 

  • Tren penurunan harga di Indonesia berlanjut dan kemungkinan masih akan terus turun
  • Daging sapi beku Australia dengan kualitas yang sedikit lebih rendah dapat dijual di Indonesia pada harga setara dengan daging kerbau India
  • Harga sapi hidup di China tetap kokoh sementara harga daging segar mengalami kenaikan
  • Harga sapi potong di Vietnam dan Filipina sedang beranjak naik

 

Asian Slaughter Steer Nov 2018

Indonesia: Sapi potong steer, AUD $3,85/kg bobot hidup (Rp10.650 = AUD $1)

Harga sapi potong steer sekali lagi merosot di bulan ini dengan tingkat indikator turun menjadi Rp41.000 per kg untuk harga dari peternakan. Pendapat umum pasar adalah bahwa penurunan lebih lanjut kemungkinan besar akan terjadi mengingat banyaknya persediaan di tempat penggemukan dan statisnya permintaan. Peningkatan persediaan sapi potong saat ini diakibatkan oleh sapi-sapi yang diimpor pada bulan Juli (60 ribu ekor) dan pada bulan Agustus (70 ribu ekor) telah selesai digemukkan dan dikeluarkan dari feeldot. Jumlah ini jauh di atas rata-rata bulanan sebelumnya karena para importir harus mengisi kembali persediaan setelah volume penjualan yang tinggi selama bulan Ramadhan dan hari raya Lebaran. Para importir kini dihadapkan pada peningkatan jumlah sapi yang diberi makan dalam waktu panjang, dan pasar yang telah kelebihan pasokan cenderung menekan harga lebih jauh lagi. Meskipun jumlah impor pada bulan September hanya 44.000 ekor, namun jumlah impor di bulan Oktober meningkat menjadi lebih dari 81.000 ekor. Mengingat bahwa arus keluar dari jumlah impor bulanan 60 ribu ekor dan 70 ribu ekor tersebut telah mengakibatkan kelebihan pasokan, reaksi pasar terhadap penjualan 81 ribu ekor sapi siap potong ke tukang daging kemungkinan akan membawa hasil yang sangat buruk. Pasar sapi potong Indonesia sangat tidak toleran terhadap sapi yang terlampau lama digemukkan, sebab penjual daging segera memberlakukan potongan harga begitu sapi melampaui tingkat maksimum ketebalan lemak (umumnya sekitar 10 mm atau kurang, tergantung dari masing-masing tukang daging). Tingkat pemicu ini relatif rendah dibandingkan dengan nilai-nilai yang diterapkan di negara Barat karena pelanggan Asia sangat tidak suka jika mereka membeli daging sapi segar yang mengandung lemak. Daging segar dijual hampir bebas lemak, sementara lemak dijual secara terpisah (lihat foto di bawah). Untuk setiap hari ketika sapi yang diberi makan dalam jangka waktu lama tetap berada di feedlot, biayanya menjadi lebih mahal sementara harga jualnya menjadi lebih murah karena diskon terkait dengan peningkatan ketebalan lemaknya.

 

Photo1_Beef Section in Pelaihari Wet Market

Foto:sebuah kios di bagian daging sapi di pasar tradisional Pelaihari (Kalimantan Selatan) yang hanya menjual lemak dan jeroan.

 

Bulan ini saya berkesempatan mengunjungi pasar tradisional di Pelaihari, di mana para tukang daging yang sangat ramah dengan senang hati menceritakan tentang bisnis mereka. Di pasar ini (pasar utama untuk kota berpenduduk sekitar 250.000 orang), 10 tukang daging menjual sekitar 10 karkas per hari bersumber dari sapi lokal dan dari Jawa, dengan asal-usul sapi dari Australia dan sapi yang diproduksi secara lokal. Harga daging sapi sangat mirip dengan harga di sebagian besar pasar lain di Indonesia yang saya kunjungi, yang menjual produk segar berlemak tipis seharga Rp130.000 per kg. Lemak yang dipangkas dari karkas dijual secara terpisah dengan harga sekitar Rp60.000 per kg.

 

Pada foto di bawah ini, tukang daging menjual daging dan jeroan beku yang menurutnya berasal dari campuran kerbau India dan lainnya, termasuk dari Australia. Harga potongan daging sapi beku adalah Rp100.000 per kg tanpa memperhatikan sumbernya. Importir daging beku Indonesia dapat memperoleh dan menyediakan daging sapi Aussie berkualitas lebih rendah ke tukang daging Indonesia dengan harga yang memungkinkan mereka untuk menjualnya dengan harga yang sama dengan daging kerbau India.

 

Photo2_Pak Esnawan Inspecting Frozen Beef in Pelaihari Wet Market

Foto: Pak Esnawan mengamati daging sapi beku dan potongan paru-paru beku di pasar tradisional Pelaihari.

 

Daging sapi beku yang berasal dari Spanyol sekali lagi tersedia di Indonesia dengan harga hanya sedikit di bawah produk yang bersumber dari Australia.

 

Photo3_Spanish Frozen Beef

Foto: Daging sapi beku dari Spanyol kini tersedia untuk dijual di Indonesia.

 

Jatuhnya harga sapi bakalan bukan satu-satunya masalah yang dihadapi para importir, karena komitmen impor 1 ekor sapi indukan untuk setiap impor 5 ekor sapi bakalan akan segera diaudit pada bulan Desember. Faktanya sederhana, ialah bahwa setiap importir besar akan gagal dalam audit tersebut. Hukuman yang ditetapkan oleh pemerintah beberapa waktu lalu bagi importir yang gagal mematuhi kebijakan tersebut adalah lisensi impornya akan ditangguhkan untuk jangka waktu 12 bulan, yang artinya hampir tidak ada impor selama tahun 2019. Hasil ini akan menjadi bencana bagi pemerintah karena harga daging sapi dan harga sapi di seluruh Indonesia akan melambung tinggi, sementara pasokan daging segar nasional akan turun menjadi sekitar setengah dari volume saat ini. Tuntutan publik akan menjadi sangat keras dan tidak menyenangkan, karena sapi-sapi yang terakhir diimpor pada Desember ini akan habis sebelum bulan Ramadhan yang dimulai pada 5 Mei 2019. Skenario seperti ini sama sekali tidak dapat diterima secara politis, agama, dan sosial sehingga sebuah langkah kompromi harus segera ditemukan. Intinya adalah bahwa kepatuhan importir terhadap kebijakan impor 1 banding 5 secara finansial dan logistik tidak mungkin terwujud, jadi akan menarik untuk mengamati bagaimana pemerintah akan mengatasi dilema ini tanpa kehilangan muka atau melumpuhkan pasokan daging segar sesaat sebelum periode puncak permintaan pada perayaan agama di tahun 2019 nanti.

 

Photo4_Pelaihari Butcher

Foto: Penjual daging di Pelaihari ini tidak mengeluarkan banyak modal untuk papan iris.

 

Vietnam: Sapi Potong Steer, AUD $4,14/kg (VND16.900 = $1AUD)

Harga sapi potong beranjak naik di seluruh daerah dengan harga sapi potong steer di HCMC dijual seharga Dong70.000, sapi jantan seharga D 74.000 dan sapi dara seharga D 67 ribu. Di Hanoi, harga bahkan lebih tinggi lagi, dengan sapi steer dan sapi jantan naik menjadi D 76 ribu sementara sapi dara naik menjadi D 66 ribu. Kapasitas feedlot masih di kisaran 60% dari potensi 100.000 ekor. Jumlah 100 ribu ekor ini tidak termasuk fasilitas besar yang baru-baru ini ditutup. Harga yang terus meningkat ini mungkin merupakan hasil munculnya keseimbangan baru terhadap penawaran dan permintaan setelah runtuhnya dua perusahaan penggemukan terbesar, yang telah membuat pasar tidak stabil selama beberapa tahun, ketika upaya mereka untuk bertahan akhirnya gagal.

 

Perusahaan Binh Ha, salah satu operasi penggemukan terbesar di Vietnam, baru-baru ini ditutup menyusul tuduhan atas masalah keuangan. Proyek ini terkait dengan Bank Investasi dan Pengembangan Vietnam (BIDV).

 

Photo5_ Photo from Vietnamese Press

Foto dari media Vietnam: salah satu tempat penggemukan Binh Ha yang kini sudah ditutup.

 

Photo6_Spanish Beef Producers

 

Para produsen daging sapi Spanyol baru-baru ini mempromosikan produk mereka di Hanoi dan Ho Chi Minh City, dengan 4 rumah potong hewan Spanyol saat ini memegang lisensi untuk mengekspor daging sapi ke Vietnam. Para pejabat Spanyol mempromosikan produk ini sebagai produk yang berkualitas tinggi, sebanding dengan daging sapi yang diimpor dari Australia, Amerika Serikat dan Kanada.

 

Photo7_Photo from the Internet about Spanish Beef

Foto dari internet: Daging sapi Spanyol yang dijual di Vietnam.

 

China: Sapi potong, AUD $5,53/kg (RMB 5,02 = 1$ AUD)

Harga sapi potong mengalami sedikit kenaikan meskipun harga AUD tersebut di atas sudah sedikit turun sejak bulan lalu karena fluktuasi nilai tukar. Harga daging sapi dan daging ayam segar tercatat mengalami kenaikan di Beijing dan Shanghai dengan pergerakan terbesar terjadi di Shanghai (+ 5%). Agen saya melaporkan bahwa hal ini disebakan oleh kombinasi antara kenaikan normal musiman dan dampak dari African Swine Fever (ASF). Wabah ASF terus menyebar dengan total 80 wabah terkonfirmasi pada 26 November. Semua daerah penghasil utama babi sekarang sudah terinfeksi dan 4 wilayah metropolitan terbesar juga terinfeksi yaitu di Beijing, Tianjin, Shanghai dan Chongqing.

Gangguan terhadap arus produksi babi dan produk babi diperparah oleh praktik resmi yang tidak hanya menghentikan pergerakan babi dan produk di wilayah yang terinfeksi tetapi juga di semua wilayah sekitarnya.

Peristiwa lain yang sangat memprihatinkan adalah terkonfirmasinya ASF pada babi hutan di kawasan timur laut Cina. Hal ini berpotensi untuk membuat pemusnahan menjadi nyaris mustahil, yang mengarah pada situasi di mana penyakit ini menjadi endemik di seluruh kawasan China, yang merupakan prospek mengejutkan mengingat China memiliki populasi babi terbesar di dunia.

Pihak berwenang berhasil mengkonfirmasi bahwa penyebab penyebaran penyakit adalah pemberian sisa makanan dari dapur untuk babi yang dipelihara di halaman belakang rumah pada 23 kasus, sementara perpindahan babi yang terinfeksi teridentifikasi menjadi penyebab untuk 13 kasus.

 

Tahun Baru Imlek China jatuh pada Februari 2019 ketika permintaan makanan pada umumnya dan daging babi khususnya, berada pada puncaknya. Musim dingin kawasan utara secara tradisional terkait dengan peningkatan konsumsi produk daging sehingga dinamika keseimbangan permintaan dan penawaran untuk daging babi, daging ayam dan daging sapi kemungkinan akan benar-benar teruji dalam beberapa bulan mendatang.

Bank Rabo melaporkan bahwa selama sembilan bulan pertama di tahun 2018, impor daging sapi resmi China meningkat sebesar 40% dibanding tahun sebelumnya dengan pertumbuhan yang kuat diperkirakan akan berlanjut hingga 2019. Meskipun daging sapi beku dan dingin sudah dapat diimpor dalam jumlah yang hampir tidak terbatas untuk memenuhi kebutuhan pasokan di China, impor ini tidak dapat memenuhi permintaan daging sapi segar dari sapi yang disembelih secara lokal. Hal ini memberi Australia monopoli terhadap pasokan sapi hidup karena pengiriman mengambil porsi yang sangat besar dalam biaya pengiriman dan semua sumber sapi hidup lain yang cocok, letaknya terlalu jauh. Ketika Cina akhirnya memodifikasi protokol impornya untuk memfasilitasi proses impor yang logis dan efisien, permintaan baru yang besar terhadap sapi hidup Australia akan mengubah industri kita untuk selamanya. Ekspor sapi hidup sebanyak satu juta ekor per tahun bahkan tidak akan mendekati penurunan yang terjadi baru-baru ini pada pasokan sapi potong domestik di China, belum lagi tingkat konsumsi perkapita yang terus meningkat.

 

Photo8_ Map

Peta: Kasus-kasus yang terkonfirmasi (titik-titik merah) terhadap kepadatan babi. Sumber OIE/USDA.

 

Pekan lalu, wisatawan China dari Chengdu di Provinsi Sichuan diketahui membawa sosis ke Thailand bagian utara yang kemudian ternyata terinfeksi virus ASF.

Mengingat bahwa ada lebih dari 120 juta wisatawan China yang berlibur ke luar negeri setiap tahun dengan tujuan favorit Asia Tenggara, tampaknya hanya masalah waktu sebelum ASF menyebar ke negara-negara tetangga di Asia Tenggara dan berpotensi untuk menyebar lebih jauh lagi. Tidak diragukan lagi bahwa pelayanan karantina Australia pada titik-titik masuk di seluruh negara akan berstatus siaga merah.

 

Filipina: Sapi potong, AUD $4,11/kg (Peso 38,2 = $1 AUD)

Kabar baik dari Filipina terus masuk, dengan harga sapi hidup naik sedikit lagi menjadi P 157 per kg bobot hidup. Agen saya melaporkan bahwa tahun ini menjadi tahun yang indah bagi Filipina, dimana politik stabil dan kurangnya bencana alam serta berbagai perbaikan infrastruktur yang artinya peningkatan tenaga kerja dan daya beli konsumen. Musim yang baik membuat pasar dipenuhi dengan berbagai macam produk makanan dan konsumen berbelanja dengan penuh percaya diri.

 

Thailand: Sapi Potong Steer, AUD $3,97/kg (Baht 23,9 = $1AUD)

Harga sapi potong di Thailand sedikit melemah dengan penjualan sapi jantan seharga THB 93 sementara sapi jantan dijual seharga THB 96 per kg bobot hidup.

Photo9_Stall in Mekong River

Foto: Kios di kota pelabuhan sungai Mekong, Chiang Saen di Thailand utara ini menyajikan berbagai pilihan daging sapi segar dan jeroan. Daging sapi di sini dijual seharga THB 300 per kg, yang jauh lebih tinggi daripada harga di pasar-pasar tradisional besar metropolitan

 

Anak perempuan saya, Pippa, berada di Inggris selama bulan November dan mengambil foto ini di Brooks Butcher dan Deli di Kensal Green, London Utara. Penyajian produk yang istimewa dengan harga mulai dari AUD $ 70 untuk Ribeye, $ 69,79 untuk sirloin Skotlandia berusia 30 hari, $ 19,35 untuk buntut sapi dan $ 21,10 untuk iga pendek dan potongan steak dari sapi yang hanya diberi pakan rumput.

Photo10_Brooks Butcher

 

Saudari saya, Tracey, baru-baru ini berada di Prancis dan mengambil foto kaki katak ini di sebuah supermarket kelas atas. Harganya 4 Euro per kg yang jika dikonversi menjadi sekitar AUD $ 6,30 per kg.

Photo11_Frog Legs in France Supermarket

Angka-angka pada tabel ini dikonversi ke AUD$ dari kurs masing-masing negara yang berubah setiap harinya, sehingga harga aktualnya sedikit berbeda oleh fluktuasi nilai tukar mata uang asing yang terus berubah. Harga dalam AUD$ yang disajikan di bawah ini hendaknya dilihat sebagai sebuah tren, bukannya harga persis masing-masingnya. Bila memungkinkan, daging potong yang digunakan untuk penentuan harga di pasar tradisional dan di supermarket adalah bagian knuckle/round atau yang biasa disebut daging kelapa.

November 18 price table

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s