Agustus Laporan Pasar: Industri Daging Sapi Asia Tenggara

Edisi ke-69: Agustus 2019

 Poin-Poin Utama

  • Indonesia mengimpor 75.000 ekor sapi bakalan di bulan Agustus
  • Daging kerbau beku India kembali memenuhi rak penjualan di seluruh Indonesia
  • Harga sapi di China menembus batas AUD $6 per kg bobot hidup
  • Bencana wabah penyakit babi, African Swine Fever, terus berlanjut di seluruh kawasan Asia

Asian Slaughter Steer

 Indonesia: Sapi Potong Steer, AUD $4,20/kg bobot hidup (Rp9.650 = AUD $1)

Harga sapi potong sedikit menguat sehingga harga indikator untuk bulan Agustus menjadi Rp40.500 per kg bobot hidup. Angka ini dipengaruhi oleh melemahnya AUD sehingga menghasilkan harga AUD yang jauh lebih tinggi tersebut.

Perayaan Idul Adha berlangsung pada tanggal 11 Agustus, di mana umat Muslim mengurbankan sapi (juga domba dan kambing) dan mendistribusikan dagingnya bagi orang-orang yang membutuhkan. Kenaikan tipis pada harga di atas mungkin terkait dengan fakta bahwa banyak sapi dalam negeri yang disalurkan untuk penyembelihan dalam perayaan Qurban yang berlangsung intensif selama 3 hari, sehingga berpotensi menimbulkan kekurangan sapi lokal yang biasanya memasok kebutuhan normal terhadap daging sapi segar dalam negeri.

Kejutan di bulan ini adalah impor sapi bakalan yang berjumlah sekitar 75.000 ekor. Jumlah ini sangat besar dan mengejutkan, mengingat adanya masalah suplai dari NT dan harga sapi potong yang biasa-biasa saja. Jumlah impor ini menyusul angka impor sebanyak 78.000 ekor pada bulan Juli dan lebih dari 60.000 ekor pada bulan Mei dan Juni. Ingatan tentang kekacauan akibat kelebihan pasokan setelah impor 81.000 ekor pada Oktober 2018 mestinya masih sangat segar dalam memori semua orang. Namun logika para importir dapat dipahami karena persediaan sapi di Australia Utara akan segera habis dan para importit perlu menyiapkan stok sebelum pasokan menurun dan harga melonjak naik. Harga sapi bakalan untuk Darwin adalah AUD $3,15 pada akhir Agustus, yang merupakan kenaikan signifikan dari $2,95 menjadi $ 3,00 pada bulan Juli. Mayoritas impor bersumber dari Queensland melalui pelabuhan Townsville, di mana kekeringan tidak berpengaruh besar terhadap seluruh kawanan sapi seperti halnya di Northern Territory. Alasan lain yang memungkinkan di balik lonjakan jumlah impor ini adalah potensi pencabutan izin impor. Sebelumnya, saya melaporkan bahwa para importir mampu memecahkan persoalan pembatalan izin impor mereka dengan cara mendirikan perusahaan baru dan mengajukan permohonan izin impor baru. Pemahaman saya waktu itu adalah bahwa cara tersebut akan dapat digunakan untuk menghindari penalti pembatalan izin impor yang diakibatkan oleh kegagalan mengimpor jumlah sapi betina yang disepakati. Tetapi sekarang pendapat saya tampaknya mungkin tidak benar, sehingga para importir menghimpun stok sebagai rencana darurat seandainya izin impor mereka dicabut selama periode 12 bulan. Hanya waktu yang dapat menjelaskan tentang perjalanan skenario ini, tetapi tampaknya berpotensi menyebabkan gangguan dan kekacauan pasar. Hal ini juga dapat menjelaskan prakarsa pemerintah untuk meningkatkan pasokan daging sapi beku dengan menambahkan Brasil ke dalam daftar importir yang disetujui.

Daging kerbau India sekarang baik-baik saja dan sudah kembali dijual, seperti yang terlihat di Bali, Jakarta dan Kalimantan. Ada rumor bahwa daging sapi beku dari Brasil akan tiba pertama kali di Indonesia pada bulan Oktober, sementara saya juga mendengar bahwa perwakilan importir daging sapi Indonesia baru-baru ini melakukan kunjungan ke Brasil untuk memeriksa rumah potong hewan dan fasilitas lainnya di Brasil. Harga produk Brasil akan sangat penting terkait dengan permintaannya, karena nanti harus bersaing dengan impor produk beku dari Australia dan India.

Mengingat adanya daging kerbau beku India, potongan harga dari Australia termasuk jeroan, dan sekarang adanya daging sapi beku tanpa tulang dari Brasil yang diperkirakan dapat menyediakan pasokan produk akhir yang konsisten dan andal bagi sebagian besar masyarakat yang terus mencari produk termurah, maka bisnis pembiakan sapi potong dalam negeri untuk menyediakan pasokan daging sapi segar akan ambruk. Satu-satunya pangsa pasar yang menarik bagi sapi yang diproduksi di dalam negeri adalah sapi jantan untuk perayaan Qurban tahunan. Dengan sebagian besar sapi lokal diproduksi oleh usaha kecil menggunakan sistem potong-dan-angkut (cut and carry), maka biaya pada model produksi ini tinggi dengan keuntungan yang hanya sedikit bagi peternak yang jarus bekerja keras memotong hijauan. Jenis pekerjaan yang melelahkan seperti ini menjadi semakin kurang menarik bagi para petani muda yang sedang menanjak, apalagi jika ada pekerjaan yang kurang berat dan lebih menguntungkan bagi mereka.

Photo 1_Pasar Modern Wet Market

Foto: Pasar Modern di BSD City, Tangerang Selatan.

Photo 2_Buffalo Beef in Transmart Bali

Foto: Daging kerbau ini dijual di Transmart Bali dengan harga Rp92.600 per kg atau AUD $9,60. Produk yang sangat tidak menarik ini tidak dapat dikatakan murah menurut standar apa pun. Di sebagian besar lokasi lain, para pedagang melaporkan bahwa harga eceran produk beku India turun hingga 30%.

Photo 3_An Abattoir in Java during Qurban

Foto: Salah satu rumah potong hewan di Jawa pada hari raya Qurban. Di sini, karkas yang baru disembelih dibagi-bagi menjadi paket daging sapi campuran (biasanya 1 kg kombinasi daging, tulang, jeroan dan lemak) untuk dibagikan kepada keluarga-keluarga yang berpenghasilan rendah.

 

Vietnam: Sapi Potong Steers, AUD $4,65/kg (VND15.700 = AUD $1)

Harga sapi potong masih stabil di Dong73.000, namun volume impor meningkat dramatis. Angka impor di bulan Agustus naik menjadi lebih dari 25.000 ekor sementara angka impor rata-rata untuk tahun 2018 adalah 16.800 ekor dan rata-rata impor dalam tahun kalender ini hingga akhir Juli adalah 18.700 ekor per bulan. Penyebab paling mungkin dari peningkatan impor secara besar-besaran ini adalah ambruknya peternakan babi akibat epidemi African Swine Fever (ASF) yang mengakibatkan harga babi naik hampir dua kali lipat dibandingkan dengan harga pada tahun 2017. Harga babi hidup rata-rata sekitar Dong30.000 per kg pada tahun 2017, naik menjadi Dong 45.000 menjelang akhir tahun 2018 dan kini menjadi Dong 50.000 hingga 60.000 per kg bobot hidup. Menurunnya pasokan babi lokal diperburuk oleh besarnya jumlah ekspor ke China. Meskipun saya menduga bahwa perdagangan babi hidup dan daging babi olahan ke China ini ilegal, namun insentif komersial tampaknya terlalu menggiurkan untuk ditolak oleh pihak berwenang di kedua sisi perbatasan.

 

China: Sapi Potong, AUD $6,06/kg (RMB 4,8 = AUD $1)

Kenaikan harga yang sudah diprediksi setelah merebaknya wabah ASF akhirnya terjadi, dengan harga sapi potong di Beijing naik sebanyak 6% dan di Shanghai naik sebanyak 4,5% selama bulan Agustus. Harga daging babi eceran malah sudah naik sebanyak 18% di Beijing dan 21% di Shanghai. Harga sapi potong rata-rata Y29,1 atau setara dengan AUD $ 6,06 per kg bobot hidup, pertama kalinya menembus batas $6 semenjak sejak laporan ini mulai dibuat pada tahun 2014.

Mengingat sifat wabah ASF yang sangat sulit, tidak mungkin pasokan daging babi akan kembali ke tingkat semula dalam beberapa tahun mendatang. Kecuali jika ada orang yang mampu mengembangkan vaksin yang efektif, penyakit ini akan mengalahkan segala upaya terbaik untuk membangun kembali populasi babi dalam negeri, yang mungkin bisa memakan waktu selama satu dekade atau lebih. Menjalarnya kejatuhan bak efek domino akibat wabah virus ini ke negara tetangga di Asia Tenggara, maka vaksin menjadi satu-satunya pilihan yang efektif mengingat kapasitas penyebaran yang cepat ke jarak yang sangat jauh ditambah lagi jika penyelundupan menjadi salah satu mata pencaharian.

Seperti dilaporkan di Beef Central baru-baru ini, sejumlah besar perusahaan China telah berinvestasi dalam perusahaan ekspor ternak hidup Australia dan ini menyusul investasi besar selama 3-4 tahun terakhir pada rumah potong hewan dan tempat penggemukan di pantai timur China untuk mengantisipasi pembukaan perdagangan impor sapi hidup. Saya telah memprediksi tentang pembukaan bisnis sapi potong hidup dan sapi bakalan ke China selama periode tersebut, dan ternyata saya keliru. Untungnya, satu-satunya investasi saya adalah kredibilitas saya, sementara banyak perusahaan dan individu China menginvestasikan modal yang besar. Dengan risiko membuat prediksi yang mungkin lagi-lagi akan keliru, saya kembali berpendapat bahwa kenaikan harga daging sapi dan daging babi yang cepat ini dikombinasikan dengan bencana wabah ASF yang sedang berlangsung, akan dapat meyakinkan para birokrat untuk membuat perubahan yang diperlukan terhadap protokol kesehatan sehingga memungkinkan dimulainya perdagangan komersial. China sudah dapat mengimpor sejumlah besar tambahan daging sapi dan babi olahan selama setahun terakhir ini, tetapi upaya ini tidak dapat mencegah lonjakan harga terkini. Diperlukan lebih banyak upaya untuk menjaga harga agar tetap stabil dalam situasi dimana impor sapi hidup dapat menjadi tambahan yang meskipun kecil namun bermanfaat bagi pasokan daging sapi lokal segar. Seperti dilaporkan di Beef Central, pada 22 Agustus Wakil Perdana Menteri Hu Chunhua secara terbuka menyatakan tentang posisi yang sangat sulit karena wabah ASF. Komentar-komentar penting yang disampaikan termasuk bahwa situasi sebenarnya mungkin lebih buruk daripada yang dilaporkan secara resmi, dan bahwa suplai perdagangan internasional tidak mampu mengisi defisit 10 juta ton permintaan daging babi yang diprediksi akan terjadi pada akhir tahun ini dan awal tahun 2020. Jika situasi serupa menimpa seluruh kawasan Asia Tenggara maka akan terjadi gangguan masif terhadap pasar daging babi di kawasan ini, dan protein alternatif sudah pasti diperlukan, dan di sinilah daging sapi Australia berpotensi menjadi pemenang.

 

Filipina: Sapi Potong, AUD $4,89/kg (Peso 35,4 = AUD $1)

Nilai Peso untuk sapi potong tetap kuat dengan sedikit melemahnya nilai tukar AUD sehingga mendorong harga sapi dalam AUD sedikit lebih tinggi dibanding bulan sebelumya. Dengan adanya pengumuman terkini tentang penemuan ASF pada babi di wilayah Manila, harga ini kemungkinan akan mengalami tekanan untuk naik, jika penurunan pasokan daging babi eceran terjadi untuk pertama kalinya dalam waktu 6 bulan. Penurunan pasokan daging babi yang dramatis akan terjadi kira-kira 6 bulan setelah wabah merebak di China dan Vietnam dan hanya ada sedikit alasan untuk berharap bahwa dinamika pasokan akan berbeda di Filipina. Menurunnya pasokan daging babi mungkin menjadi pemicu untuk meyakinkan para pengusaha penggemukan sapi Filipina yang potensial, untuk kembali memulai impor sapi bakalan secara signifikan dari Australia. Ini adalah prediksi nekat lainnya dari saya.

Photo 4_Map Published by FAO

Peta yang dipublikasikan oleh FAO pada 12 September di mana wabah ASF yang dilaporkan sebelumnya, ditandai dengan warna merah.

 

Thailand: Sapi Potong, AUD $4,57/kg (Baht 20,8 = AUD $1)

Harga sapi potong dalam Baht tetap stabil di mana kenaikan dalam AUD di atas didorong oleh penguatan mata uang Thailand. Bisa jadi karena Thailand sangat beruntung atau karena mereka memiliki layanan karantina hewan terbaik di Asia (atau keduanya), sebab hingga kini negara ini masih tetap bebas dari ASF meskipun dikepung oleh 3 negara yang terinfeksi ASF. Sayangnya, bagi para petani Thailand, hampir tidak mungkin mencegah penularan penyakit ini melintasi batas daratan, sehingga peluang mereka untuk lolos dari bencana ini sangat kecil. Filipina sekalipun tidak dapat menghentikan infeksi ASF, kendati melintasi samudera yang berjarak sangat jauh.

Photo 5_Most Asian farmers have Pigs

Foto dari internet: Petani di Asia umumnya memelihara babi di pekarangan belakang rumah mereka, yang merupakan medium sempurna bagi penyebaran penyakit.

 

New York

Saya pergi ke New York untuk pertama kalinya pada bulan Agustus lalu, untuk bertemu dengan cucu pertama saya. Tanpa bermaksud membanggakan diri sebagai seorang kakek, saya melakukan pengamatan kecil tentang perdagangan daging sapi eceran di sana. Secara khusus saya sangat tertarik dengan daging nabati pengganti dan kagum betapa suksesnya produk nabati ini menembus pasar daging sapi di AS. Saya mengerti bahwa orang Amerika selalu menyukai burger mereka, tetapi hingga Anda melihat sendiri betapa setiap menu di setiap pejualan makanan memasukkan setidaknya satu, atau umumnya lebih dari satu jenis burger, maka akan sulit bagi Anda untuk memahami betapa kuat ikatan mereka dengan burger.

Dua pengamatan utama yang saya lihat adalah:

  1. Rasa lapisan burger nabati yang lezat, dan tidak mungkin (logika penamaan yang sempurna) untuk membedakan antara burger asli dan burger nabati berdasarkan tampilan atau rasa secara umum (setidaknya untuk penggemar daging sapi amatir seperti saya)
  2. Produk nabati ini sudah merambah ke semua rantai ritel mulai dari daging cincang dan sosis di supermarket hingga burger di Burger King, Dunkin Donuts, beragam resto cepat saji lainnya, hingga restoran bintang 5. McDonald tampaknya masih menunggu dan melihat perkembangan.

Dalam waktu dekat ini, saya akan menulis cerita khusus yang lebih terperinci tentang aspek penting dalam industri daging ini.

Photo 6_Burger King

Foto: Burger King menawarkan Impossible Whopper yang harganya $1 lebih mahal dibanding whopper daging sapi biasa. Rasaya lezat, tetapi saya tidak melihat ada alasan untuk melewatkan whopper dengan daging sapi biasa yang lebih murah, kecuali jika Anda adalah vegetarian

Photo 7_Everywhere there are Burgers Advertisements

Foto: Ke mana pun Anda pergi, Anda akan melihat iklan burger nabati

Photo 8_Dunkin Donuts

Foto: Bahkan Dunkin Donuts pun menyajikan menu burger nabati dan sandwich sosis nabati untuk sarapan

Photo 9_Plant Based Mince

Foto: Nabati cincang di supermarket lokal. Sedikit lebih mahal daripada daging cincang asli di rak pajangan yang sama

Photo 10_Plant Based Pork

Foto: dan sosis “daging babi” nabati juga ada.

Photo 11_Whole Foods Supermarket

Foto: Foto ini saya buat di supermarket “Whole Foods” yang memiliki 480 outlet di seluruh AS yang baru-baru ini dibeli oleh Amazon. Di bagian penjualan daging, mereka menampilkan kategori peringkat kesejahteraan hewan seperti ini dengan label untuk setiap daging pada rak pajangan dengan peringkat dari 1 hingga 5 untuk membantu pelanggan memahami standar kesejahteraan pada lokasi pemeliharaannya.

Photo 12_Aussie Beef in Amazon Supermarket

Foto: Ada banyak daging sapi Australia yang dijual di supermarket Amazon ini dengan harga yang cukup masuk akal dan menunjukkan peringkat kesejahteraan 4 (berpusat di padang rumput)

Photo 13_Elisabetta Anna Tognon

Foto: Elisabetta Anna Tongnon, lahir di New York, 11 Juni 2019.

Angka-angka pada tabel ini dikonversi ke AUD$ dari kurs masing-masing negara yang berubah setiap harinya, sehingga harga aktualnya sedikit berbeda oleh fluktuasi nilai tukar mata uang asing yang terus berubah. Harga dalam AUD$ yang disajikan di bawah ini hendaknya dilihat sebagai sebuah tren, bukannya harga persis masing-masingnya. Bila memungkinkan, daging potong yang digunakan untuk penentuan harga di pasar tradisional dan di supermarket adalah bagian knuckle/round atau yang biasa disebut daging kelapa.

English Price Table_August 2019

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s