Januari Laporan Pasar: Industri Daging Sapi Asia Tenggara

Edisi ke-74: Januari 2020

Poin-Poin Utama

  • Harga sapi di Indonesia melemah, namun nilai tukar mata uang menguat.
  • Untuk pertama kalinya, harga sapi potong di Thailand melampaui AUD $ 5.
  • Flu Babi Afrika merambah hingga ke Mindanao di Filipina selatan.

 

Asian Slaughter Steer_Jan 2020

 

Indonesia: Sapi Potong Steer, AUD $4,19/kg bobot hidup (Rp9.300 = AUD $1)

Harga sapi potong terus turun akibat kelebihan pasokan di pasar yang sudah lemah, akibat demikian banyaknya alternatif daging murah termasuk daging kerbau beku India dan daging sapi beku dari Brasil. Harga sapi potong dilaporkan merosot serendah Rp38.500 per kg bobot hidup di Lampung, sedangkan harga sapi yang gemuk turun menjadi Rp35.000 dan bahkan lebih rendah lagi. Di Jawa, harganya sedikit lebih baik, jadi saya menggunakan Rp39.000 sebagai tingkat indikator untuk bulan ini. Penggerak utama selama bulan Januari adalah melemahnya nilai tukar AUD terhadap mata uang semua negara pelanggan sapi hidup utama kami, dengan Indonesia menunjukkan pergerakan terkuat. Lihat grafik di bawah ini, yang menunjukkan jatuhnya nilai tukar AUD terhadap Rupiah yang mencapai hingga sekitar 4% di bulan Januari.

Pic1_XE Currency Charts

Data statistik ekspor menunjukkan bahwa Indonesia mengimpor sekitar 65.000 ekor sapi bakalan di bulan Oktober, 59.000 ekor di bulan November, dan turun menjadi 45.000 ekor di bulan Desember. Angka-angka ini menunjukkan bahwa kelebihan pasokan kemungkinan akan berlanjut hingga beberapa bulan mendatang. Kuartal pertama selalu menjadi saat yang sulit bagi importir karena musim hujan di kawasan utara menyulitkan logistik dan selalu menyebabkan kenaikan harga sapi di pelabuhan ekspor. Meskipun harga sapi steer bakalan masih stabil di kisaran $ 3,25 per kg untuk harga sapi dari Darwin pada bulan Januari akibat musim hujan yang datang terlambat, hujan yang terjadi baru-baru ini di kawasan utara cenderung mendorong kenaikan harga yang tajam pada bulan Februari. Meskipun fluktuasi nilai tukar menjadi lebih baik bagi importir Indonesia, saya curiga bahwa lonjakan harga sapi bakalan nantinya akan menekan keuntungan rupiah dari melemahnya AUD.

Sudah ada sejumlah pengumuman resmi tentang peningkatan volume impor daging kerbau dan daging sapi secara besar-besaran, tetapi hingga sekarang belum ada izin impor yang dikeluarkan untuk tahun 2020. Tahun 2020 ini, bulan Ramadhan akan dimulai pada tanggal 23 April dan berakhir pada 23 Mei, sehingga pemerintah perlu mengambil langkah untuk memastikan ketersediaan produk secara tepat waktu, untuk periode bulan puasa, karena perjalanan izin impor hingga daging siap dijual di pasar-pasar tradisional, membutuhkan waktu yang lama. Perayaan Qurban tahun 2020 akan jatuh pada sekitar tanggal 30/31 Juli. Untuk memastikan ketersediaan daging sapi segar selama Ramadhan di bulan Mei nanti, sapi bakalan harus diimpor sejak Februari, justru di saat harga sapi kemungkinan akan mencapai puncaknya.

Pic2_Indian Buffalo Beef in Giant Supermarket

Foto:Daging kerbau India masih melimpah di Giant supermarket, BSD, Jakarta.

Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia telah ditandatangani oleh kedua negara. Meskipun menjadi berita baik bagi perdagangan pada umumnya, penurunan kecil pada harga sapi hidup dan daging sapi sudah tertekan oleh pergerakan nilai tukar dan harga dalam negeri di kedua pasar. Singkatnya, dalam konteks perdagangan sapi dan daging sapi, kenyataannya adalah perdagangan ini cenderung berdampak kecil di pasar domestik di kedua negara.

Wabah akibat dua virus yang tidak ada hubungannya, kemungkinan akan membawa dampak yang jauh lebih besar pada pasar sapi hidup dan daging sapi, meskipun virus ini tidak menginfeksi ternak sapi. Virus Corona sudah menimbulkan tekanan yang sangat besar terhadap arus perdagangan dunia akibat tertutupnya akses orang-orang Tiongkok dalam wilayah yang luas di negara tersebut. Saya tinggal di Bali, dan tampak jelas bahwa pariwisata merosot drastis karena kelompok wisatawan terbesar, yang berasal dari Tiongkok kini tidak lagi berkunjung. Dilaporkan bahwa porsi wisatawan Tiongkok mewakili sekitar 30% dari semua wisatawan di Bali. Dampaknya terhadap akomodasi dan layanan yang sering mereka gunakan, menjadi sangat besar. Virus lain yang berpengaruh adalah Flu Babi Afrika (African Swine Fever/ASF) yang masih terus menghancurkan industri babi di seluruh kawasan Asia. ASF telah terkonfirmasi di wilayah utara Indonesia beberapa bulan yang lalu, dan baru-baru ini ada laporan yang bertentangan tentang kemungkinan merebaknya wabah ini di Bali dalam beberapa minggu terakhir, dengan adanya laporan tentang kematian sejumlah besar babi. Salah seorang Bali teman saya, mengatakan bahwa saudara lelakinya memiliki peternakan babi skala kecil di sebelah timur Denpasar dan minggu lalu, seluruh 40 ekor babi miliknya mati. Seandainya saya orang yang suka bertaruh, saya akan berani bertaruh bahwa ini adalah tanda yang sangat jelas masuknya ASF ke Bali. Tetapi, sebaiknya kita tunggu pengumuman resmi dari FAO, berdasarkan hasil tes laboratorium.

Pic3_ASF Update

Peta di atas menunjukkan pembaruan dua mingguan tentang situasi terkini wabah ASF di Asia, dari FAO. http://www.fao.org/ag/againfo/programmes/en/empres/ASF/situation_update.html

Harga sapi steer bakalan Darwin masih relatif stabil selama bulan Januari, dengan tingkat indikator bertahan di sekitar $ 3,25 per kg untuk harga sapi hingga mendarat di Darwin. Hujan yang meluas di kawasan utara selama minggu pertama bulan Februari mendesak tingkat harga ini menjadi jauh lebih tinggi.

 

Vietnam: Sapi Potong Steer, AUD $4,68/kg (VND15.900 = AUD $1)

Harga sapi potong masih stabil di seluruh Vietnam, sementara nilai tukar mata uangnya menguat terhadap AUD sehingga menghasilkan tingkat harga dalam AUD yang lebih kuat, seperti telah disebutkan di atas. Harga daging sapi dalam negeri di Vietnam naik turun, seperti yang sudah diperkirakan akan terjadi selama bulan tersebut seiring perayaan libur nasional Tet pada tanggal 25 Januari. Jumlah sapi impor tampaknya masih bertahan di sekitar angka 25.000 ekor per bulan, meskipun mungkin akan berubah begitu ada kenaikan harga dari Townsville akibat turunnya hujan yang membawa manfaat di banyak daerah penghasil sapi di Queensland selama bulan Januari dan awal Februari. ASF terus berdampak besar terhadap industri babi, dimana produksi babi masih lemah dan harga tetap tinggi.

 

Tiongkok: Sapi Potong, AUD $6,78/kg (RMB 4.72 = AUD $1)

Harga sapi potong di Beijing tetap stabil, dan ada sedikit penurunan di Shanghai. Tetapi hal ini tampaknya hampir tidak ada hubungannya, mengingat dampak besar dari virus Corona terhadap Tiongkok dan komunitas global selama bulan Januari dan kemungkinan akan berlanjut setidaknya hingga Februari, atau mungkin akan jauh lebih lama lagi.

Tiongkok adalah konsumen daging terbesar di dunia.

Tiongkok memiliki jumlah wisatawan internasional terbesar per tahun, sekitar 130 juta orang.

Para pelajar Tiongkok yang datang ke Australia, wisatawan Tiongkok yang mengunjungi Bali, orang-orang Tiongkok yang membeli lobster hidup dari Australia Barat, dll. – semuanya, dan masih banyak lagi yang lain, tiba-tiba berhenti. Jadi, tebakan Anda sama persis dengan dugaan saya, tentang konsekuensinya bagi dunia internasional.

Saya pikir, tidak ada salahnya untuk mengatakan bahwa wabah Corona ini akan menjadi peristiwa yang sangat mengganggu perdagangan global secara umum, dan di saat yang sama menghancurkan ekonomi dalam negeri Tiongkok di seluruh negeri. Tidak ada komoditas atau sektor ekonomi yang akan terbebas dari dampaknya. Yang bisa kita lakukan adalah menunggu dan berharap bahwa penyakit ini dapat segera dikendalikan, secepat mungkin.

Epidemi virus korona, jika terus berlanjut, dapat menjadi momok yang mendorong ekonomi dunia jatuh ke dalam resesi.

Pic4_Happy Holiday

Foto: Selamat berlibur 🤧

 

Filipina: Sapi potong, AUD $5,32/kg (Peso 34,8 = AUD $1)

Tidak ada perubahan pada harga sapi potong di dalam negeri, hanya penguatan nilai tukar Peso terhadap AUD seperti halnya dengan semua negara pelanggan kami yang lain.

Kabar buruk bagi Filipina adalah bahwa ASF telah merebak keluar dari kawasan Luzon dan sekarang menginfeksi sejumlah daerah di pulau besar Mindanao di Filipina bagian selatan. Lihat peta FAO di atas. Ini menunjukkan peningkatan masalah ASF yang sangat serius, karena Mindanao merupakan daerah utama penghasil babi. Ada juga laporan terkini tentang penemuan penyelundupan besar babi, yang menyelundupkan produk dari Tiongkok ke Luzon. Sulit dipercaya bahwa ada orang yang sedemikian tidak bertanggung jawab. Terlepas dari hal ini, harga daging babi pada akhir Januari tetap tidak terpengaruh. Selain itu, virus korona telah didiagnosis menginfeksi seorang warga dari Cebu di Filipina tengah.

Saya mengerti, bahwa ada sedikit kenaikan permintaan dari para importir sapi hidup baru-baru ini, dan wabah ASF terkini dapat berkontribusi untuk mendorong mempercepat rencana impor sapi.

Pic5_Metro Manila

Foto dari CNN Filipina.

 

Thailand: Sapi Potong Steer, AUD $5,10/kg (Baht 20,8 = AUD $1)

Kendati ada penguatan Baht Thailand terhadap AUD yang dikombinasikan dengan kenaikan harga sebesara 6% di dalam negeri, harga sapi potong di Thailand telah menembus angka AUD $ 5 untuk pertama kalinya, sejak laporan ini dimulai lebih dari 6 tahun yang lalu. Dan kabar mengejutkan dari agen saya mengatakan bahwa peningkatan permintaan terjadi di Vietnam, sedangkan permintaan baru yang diharapkan dari Tiongkok belum terjadi. Sudah lama Thailand menjadi pemasok sapi potong ke Vietnam, tetapi lebih dari dua tahun terakhir ini, mereka telah mengurangi jumlah yang diekspor ke sana sementara Australia meningkatkan ekspor mereka, sehingga menutupi defisit. Saya tidak yakin alasan di balik lonjakan permintaan Vietnam yang mendadak ini, selain dari kombinasi liburan tahun baru Tet Lunar pada tanggal 25 Januari dan kekurangan daging babi yang terus terjadi akibat epidemi ASF.

 

Myanmar

Pada pertengahan Januari lalu, saya mengunjungi Myanmar bersama Angus Adnam dan Mouse Sullivan. Vietnam sungguh negara yang sangat indah dan produktif, dengan sektor pariwisata yang tengah didorong dan dipromosikan oleh pemerintahnya. Salah satu prakarsa terbarunya adalah visa online bagi wisatawan selama 30 hari, sehingga formalitasnya menjadi lebih simpel dan lebih cepat ketimbang sebelumnya. Kami mendarat di Mandalay, kemudian berlayar menyusuri sungai besar Irrawaddy selama 6 hari menuju Bhamo. Kami juga mengunjungi kawasan Negara Bagian Shan di timur laut dekat perbatasan Tiongkok sebelum melakukan perjalanan ke danau Inle dan akhirnya ke Yangon. Nanti, saya akan menulis artikel yang lebih lengkap tentang petualangan kami ini. Saya dengan yakin dapat merekomendasikan kunjungan ke Myanmar bagi siapa pun yang mencari tujuan wisata baru, aman dan menarik.

Myanmar adalah satu dari tiga negara di dunia yang tidak menggunakan sistem metrik (dua negara lainnya adalah Liberia dan Amerika Serikat). “Viss” Myanmar yang unik merupakan unit pengukuran berdasarkan pada berat koin tembaga tunggal, yang disebut tical.

1 viss = 1,6 kg. Mata uangnya adalah Kyat, dan AUD $1 bernilai sekitar 1.000 Kyat. Harga daging sapi di pasar tradisional adalah 14.000 Kyat per viss. Jika dikonversi, maka akan menjadi $14 per 1,6 kg atau sekitar AUD $ 8,75 per kg. Daging babi dijual sekitar K10.000 sedangkan ikan dijual sekitar K8.000 per viss.

Pic6_Agricultural Work

Foto di atas: Kami tidak melihat pembajakan tanah menggunakan tenaga hewan. Semua pekerjaan pertanian dilakukan dengan menggunakan “kerbau Tiongkok” mekanis pada foto di atas. Seluruh negeri mendapat cakupan komunikasi digital 4G yang sangat baik.

Pic7_Livestock in Myanmar

Foto: Ada banyak ternak di Myanmar, tetapi penanaman dan panen (lihat di latar belakang) sebagian besar menggunakan mesin.

Pic8_Tourists

Foto: Wisatawan di sepanjang tepian sungai memiliki opsi beragam jenis taksi.

Pic9_Angus and Mouse Inspecting

Foto: Angus dan Mouse mencoba alat transportasi pertanian standar, “Kerbau Tiongkok” yang serbaguna, lengkap dengan trailer pengangkutan.

Pic10_The Local Cattle

Foto: Sapi lokal dari jenis yang bagus dengan ukuran tubuh besar.

Pic11_Beef Retailing

Foto: Perdagangan daging sapi eceran sebagian besar dilakukan oleh umat Muslim, seperti halnya di banyak negara lain. Batangan berwana merah di kanan bawah adalah daging babi asin atau dendeng.

Pic12_Everyone has smartphone

Foto: Setiap orang memiliki ponsel cerdas dan menghabiskan banyak waktu menggunakannya.

Pic13_Wet Market at Pyin Oo Lwin

Foto: pasar tradisional di stasiun kereta Pyin Oo Lwin, sebelah timur Mandalay di negara bagian Shan. Baru pertama kalinya saya menyaksikan ini – usus sapi yang dipilin. Menjawabi pertanyaan saya mengapa mereka melakukannya, si penjual mengatakan agar tampilannya lebih menarik. Pertanyaan yang konyol, jelas usus ini menarik perhatian saya. Begitu pula paru-paru di bagian kiri belakang.

Pic14_A Large Conventional Style

Foto: Supermarket bergaya konvensional besar di Mandalay. Sama sekali tidak menarik.

Pic15_Wet Market in Madalay

Foto: Pasar tradisional terbesar di Mandalay – jauh lebih menarik dan populer ketimbang supermarketdi atas, yang tampak sangat membosankan.

Pic16_Irrawaddy River

Foto: Sungai Irrawaddy terlalu dangkal untuk berlayar di malam hari sehingga kapal berhenti di gundukan pasir di setiap senja, dan kami menikmati rum Mandalay buatan lokal di sekitar api unggun.

Angka-angka pada tabel ini dikonversi ke AUD$ dari kurs masing-masing negara yang berubah setiap harinya, sehingga harga aktualnya sedikit berbeda oleh fluktuasi nilai tukar mata uang asing yang terus berubah. Harga dalam AUD$ yang disajikan di bawah ini hendaknya dilihat sebagai sebuah tren, bukannya harga persis masing-masingnya. Bila memungkinkan, daging potong yang digunakan untuk penentuan harga di pasar tradisional dan di supermarket adalah bagian knuckle/round atau yang biasa disebut daging kelapa.

January 2020 price table Indo_240220 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s